Panduan orang tua · diperbarui 9 Oktober 2026

Panduan TKA SD: materi Matematika, bentuk soal, jadwal, dan cara bersiap

Ringkasan dari peraturan dan siaran pers resmi Kemendikdasmen, ditulis dengan bahasa sehari-hari untuk Ayah, Bunda, dan guru. Setiap fakta penting disertai tautan sumber.

Apa itu TKA?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen yang diselenggarakan Kemendikdasmen untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. Dasar hukumnya adalah Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025. Di jenjang SD/MI, TKA diikuti murid kelas 6 dengan dua mata uji: Bahasa Indonesia dan Matematika.

Sejak 2026, pengukuran literasi dan numerasi Asesmen Nasional digabungkan ke dalam TKA, sehingga mata uji Matematika disebut juga "Matematika dan Numerasi" (Kepmendikdasmen No. 56 Tahun 2026).

Apakah wajib? Untuk apa hasilnya?

Tidak wajib. Peraturan menyebut TKA "dapat diikuti", dan Kemendikdasmen menegaskan TKA bersifat tidak wajib, gratis, dan bukan penentu kelulusan (siaran pers 31 Agustus 2026). Meski begitu, partisipasinya sangat tinggi: 98,51% murid SD mengikuti TKA 2026 (siaran pers 3 Mei 2026).

Hasil TKA dapat dipakai sebagai salah satu syarat seleksi masuk SMP melalui jalur prestasi pada SPMB (SE Dirjen PAUD Dikdasmen No. 0301/C/HK.04.01/2026). Besar bobotnya ditentukan oleh pemerintah daerah masing-masing, jadi cek petunjuk teknis SPMB di daerah Anda.

Format tes Matematika SD

AspekKeterangan
Durasi75 menit (didahului latihan 10 menit), berbasis komputer, moda daring atau semi-daring — Kepmen 56/2026
Jumlah soalSekitar 30 soal (dilaporkan media mengutip Pusmendik; tidak tercantum dalam peraturan) — Medcom
Bentuk soalPilihan ganda; pilihan ganda kompleks dengan lebih dari satu jawaban benar; pilihan ganda kompleks kategori (benar/salah atau sesuai/tidak sesuai). Tidak ada soal isian.
Level kognitifPengetahuan & Pemahaman, Aplikasi, dan Penalaran — Kerangka asesmen

Materi yang diujikan

Menurut Peraturan Kepala BSKAP No. 047/H/AN/2025, materi Matematika SD terdiri atas tiga elemen:

1. Bilangan (bilangan rasional)

  • Pecahan senilai dengan gambar dan simbol.
  • Membandingkan dan mengurutkan pecahan.
  • Hubungan pecahan biasa, desimal, dan persen.
  • Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah.
  • Penjumlahan dan pengurangan pecahan; perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli.
  • Kelipatan, faktor, KPK, dan FPB.

2. Geometri dan Pengukuran

  • Bangun datar (segitiga, segiempat, segi banyak) serta bangun ruang kubus, balok, dan gabungannya, termasuk tampak depan, atas, dan samping.
  • Satuan baku panjang, volume, dan berat beserta hubungan antarsatuannya; waktu dan hubungan satuan waktu.
  • Laju perubahan (kecepatan), keliling dan luas bangun datar, volume bangun ruang, besar sudut, dan penaksiran ukuran.

3. Data

  • Penyajian data dalam gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi.
  • Mengambil informasi dari data dan menggunakannya.

Di jenjang SD tidak ada elemen Aljabar maupun Peluang — keduanya baru muncul di TKA SMP. Kerangka SD juga tidak menyebut lingkaran maupun rata-rata/median/modus secara eksplisit.

Cara membaca nilai

Nilai TKA SD dilaporkan dalam rentang 0–100 dengan dua angka di belakang koma. Kategori capaiannya adalah Baik, Memadai, dan Kurang, dengan predikat istimewa untuk nilai 95,00 atau lebih (Kepmen 56/2026). Hasil diterima murid melalui sekolah dalam bentuk Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).

Jadwal

TKA SD/MI 2026 dilaksanakan pada 20–30 April 2026 dalam empat gelombang, dan hasilnya dirilis pada 26 Mei 2026 (jadwal resmi, rilis hasil). Per 9 Oktober 2026, jadwal TKA SD 2027 belum diumumkan secara resmi. Jika polanya sama, pelaksanaannya kemungkinan sekitar April 2027 — pantau pengumuman sekolah dan Kemendikdasmen.

Hasil TKA SD 2026: mengapa Matematika perlu perhatian

Rata-rata nasional TKA SD/MI 2026 adalah 43,41 untuk Matematika dan 60,14 untuk Bahasa Indonesia (siaran pers 26 Mei 2026). Kemendikdasmen menilai kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan pemecahan masalah perlu terus diperkuat.

Dari liputan media dan siaran pers daerah, tantangan yang sering disebut adalah soal pecahan, membaca diagram/data, soal pilihan ganda kompleks dengan lebih dari satu jawaban benar, soal cerita yang panjang, dan tekanan waktu.

Cara bersiap di rumah (tanpa membuat anak tertekan)

  1. Sedikit tapi rutin. 10–15 menit sehari lebih efektif daripada belajar maraton di akhir pekan.
  2. Kuatkan pecahan. Latih pecahan senilai, membandingkan pecahan, dan mengubah pecahan–desimal–persen dengan benda nyata (kue, pita, uang).
  3. Biasakan membaca data. Ajak anak membaca tabel jadwal, diagram di berita, atau struk belanja.
  4. Latih soal "pilih semua yang benar". Ajarkan untuk memeriksa setiap pilihan satu per satu, bukan berhenti di jawaban pertama.
  5. Baca soal sampai selesai. Minta anak menggarisbawahi apa yang diketahui dan apa yang ditanya.
  6. Coba suasana ujian. Gunakan simulasi resmi Ayo Coba TKA dan simulasi berwaktu MathFun agar anak terbiasa dengan timer dan navigasi soal.
  7. Rayakan proses. Puji usaha dan strategi, bukan hanya nilai.

Kemendikdasmen juga menyatakan murid dapat bersiap tanpa harus mengikuti bimbingan belajar. MathFun dibuat gratis selama masa early access agar setiap anak bisa berlatih dengan cara yang menyenangkan.

Sumber resmi

MathFun tidak berafiliasi dengan Kemendikdasmen. Informasi dapat berubah; selalu cek pengumuman resmi terbaru.

Siap berlatih dengan cara yang seru?

Mulai latihan gratis sekarang, atau jadwalkan kelas percobaan online bersama tutor MathFun.